Advertisement here

AKULAH YANG CANDU PADA LUKA DAN HARAPAN

AKULAH YANG CANDU PADA LUKA DAN HARAPAN

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh 


JHONY_PALAGUNA;_Aku sedang menganyam tisu menjadi b a t u, menyulam luka dengan benang angin-- menjadikannya sebuah cerita.

Semakin ku tulis sya'ir tentangmu semakin dalam luka yang tiada tepian, luka lama ini sudah mengembara jauh untuk diobati, semakin ku mencari obatnya semakin menjadi-jadi.

Aku sedang menabur duri di ladang mimpi, menggulung perih-pedih dalam selimut sedang menghimpun sepi dalam pelukan bayang-bayang, mencari keberanian di sela-sela mimpi yang tak pernah utuh.


Aku ingin hati sekuat karang yang didera o m b a k, biar tak mudah retak oleh air mata. Ingin m e n j i n a k k a n duka dalam genggaman malam--mengubur segala rapuh di bawah tapak kaki l a l u menukar air mata dengan lazuardi.

Aku ingin mengganti tangis dengan senyum ramah yang tak pernah goyah ingin menjadi tegar seolah badai hanyalah bisikan belaka.

Aku ingin menjadi kuat m e s k i badai itu terus saja datang mengempas hidupku.


Untuk kali ini. Aku sedang menulis sya'ir dengan tangan gemetar menulis di atas lembaran senja paling impi, lagi.

Membakar kembali semua gelisah dengan api keyakinan menempa diri dengan doa yang tak pernah kuhentikan.

S e b a b, di hati yang lembut ini masih ada tekad yang berusaha tumbuh seperti akar di tanah tandus itu, yang kecil namun bersikukuh, l e m a h, tapi tak pernah menyerah.


Untuk kali ini; ada sebab yang juga masih bersinar, mengintip di balik kabut kelam dengan segenap kelemahan. T a p i, bertalu tetap merajut harapan,  bagai embun yang menggantung di ujung daun itu.

k e c i l, namun memeluk dunia.


Untuk kali ini—d a n aku, masih baik-baik saja.


—Johnney_Palaguna

Malaysia 13 August 2024

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url