Advertisement here

JAUH DI RANTAU

 JAUH DI RANTAU

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 

JHONY PALAGUNA;_Lihatlah!" matahari malu-malu memancarkan pesona, dari balik cadar daun talas.


Mengintip dari celah kabut, yang menutupi sepenggal wajah pegunungan, pagi ini engkau tak membangunkanku seperti biasa, dengan nada dering yang bergetar di atas meja.


Yang ada; hanya sekelibat angin yang datang melayat, masuk melalui pentilasi tengkorak kayu. 


Aku tak ingin melarutkan racun di dalam cawan otak kanan, menjadi prediksi yang hanya bisa melumpuhkan pikiranku.


Aku!" masih percaya padamu; 


Pagi ini halimun masih berkabung, udara dingin menguap dari lantai tanah tempatku berbaring, menusuk paru-paru basah yang gemetar.


Kau tak perlu tahu keseharianku seperti apa? dan tanpa siapa-siapa!" aku hanya berusaha menyulap keadaan, untuk terlihat baik-baik saja.


Lihatlah!" sinar mentari mulai kuning keemasan, mengeringkan sisa embun, di beberapa sayap pencari nafkah, untuk terbang tinggi mengintai harapan, memintal benang rajut menjadi pakaian. 


Tidak dengan aku "mangkir"  yang masih mengukur langkah dari teras ke ruang rewang, karena waktu telah menutup gerbang ambisi untuk hari ini.


Dari tatapan kosong netra yang bernanah, sepintas senyuman manismu mengambang, berusaha merayu Tuhan dengan doa-doa sederhanamu.


Terimakasih!" kau masih mengirim rasa cemasmu melalui kabel celular. 


Aku yang jauh di rantau, masih menempa debu-debu hitam yang merekat dengan peluh di sekujur tubuh, merajutnya menjadi cindera mata untukmu!"


Sebagai oleh-oleh  saat kepulanganku nanti.


Shah Alam - Selangor Malaysia 

By;_JP94

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url