Advertisement here

BELAJAR BERAGAMA DENGAN BAHASA HATI

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

BELAJAR BERAGAMA DENGAN BAHASA HATI.

JHONY_PALAGUNA;_Bertahun2 belajar agama di dalam dan di luar negeri, panjang gelar/titel dinamanya, beberapa bahasa dikuasainya - dari bahasa Arab dan banyak lagi yang lainnya.

Ada satu bahasa yang dianggapnya tidak penting dan tidak pernah dipelajarinya, yaitu : Bahasa Hati.

Dan dia tidak pernah bisa menguasai bahasa hati, akhirnya banyak bahasa yang dikuasainya menjadi tidak berharga, karena satu bahasa yang sangat berharga tidak pernah dikuasainya dan dianggapnya tidak penting, yaitu : Bahasa hati penuh kasih.

Mulut berbusa berdakwah tetapi tidak pernah menggunakan bahasa hati.

Mulut berbusa berdakwah tentang Tuhan, tetapi Tuhan tidak pernah ada didalam hatinya.

Hanya kepalanya yang bersujud tetapi hatinya tidak pernah bersujud, karena beragama tidak dengan hati, tidak dengan bahasa hati.

Kenapa ada pendakwah yg mengajarkan agama, yang mulutnya berbusa dengan ayat suci dan dakwah, tetapi kelakuannya sangat cabul bejat ? Menyebarkan hoax dan fitnah ?

Kenapa ada budayawan sekaligus pendakwah yang menyebarkan kebencian, kedengkian, hoax dan fitnah ?

Karena dia tidak beragama dengan bahasa hati.

Puluhan tahun menjadi pendakwah, puluhan tahun menjadi budayawan, tetapi teryata beragama tidak pernah dengan bahasa hati, bahkan tidak punya hati.

Budaya yang artinya " Pikiran, akal budi " , teryata dia sangat tidak mempunyai akal budi. Semua itu karena beragama tidak dengan bahasa hati.

Jika saja semua agama umatnya mau beragama dengan bahasa hati, hati yang penuh kasih, maka tidak akan pernah ada pertengkaran, perselisihan, kedengkian, kebencian, permusuhan dan perang.

Beragama dengan bahasa kerendahan hati, maka tidak akan ada klaim kebenaran bahwa agama kamilah yang paling baik, yang paling benar.

Tetapi kebanyakan orang beragama tidak menggunakan bahasa hati, tetapi yang digunakan adalah bahasa keangkuhan, keegoisan, keras hati, kekerasan, kebencian, permusuhan dan kebodohan.

Jika saja semua agama umatnya mau beragama dengan bahasa hati, hati yang penuh cinta kasih, maka tidak akan pernah tampak perbedaan dan hanya ada satu agama, yaitu : Agama Cinta. Semua bersatu didalam agama cinta, agama cinta yang penuh kedamaian, cinta kasih dan kemanusiaan.

Hanya sedikit yang beragama dengan bahasa hati, menguasai bahasa hati.


Shah Alam - Malaysia 20/01/2023                                        By. Jhony Palaguna 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url