Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
KERAS KEPALA
Sedangkan kaupun tahu sebelum bersamamu,
aku begitu rapuh, sangat lemah, bahkan tak
tersisa rasa percaya lagi.
Aku pernah kehilangan seluruh asaku.
Namun ditengah perjalanan naasku,
aku menemukanmu, yang entah dari mana kau datang dengan menyuguhiku segenggam keyakinan, memberiku tenang, membantuku pulih, merangkulku berdiri, menemaniku berjalan kembali, merangkai senyuman yang hampir tak nampak lagi.
Denganmu,
aku berharap luka ini kan berganti tawa yang candu,
perlahan melepas topeng senyum palsuku.
Ironisnya, di tengah perjalanan menuju pulih,
Ku temukan tentangmu yang sebenarnya juga penuh luka.
Aku tahu,
tak mampu sepenuhnya sembuhkan luka itu.
Namun, bukan berarti aku mampu menerima luapan amarahmu.
Aku yakin kaupun sangat tahu, bagaimana rasanya dipatahkan kembali oleh seseorang yang kepadanya kau berharap sembuh.
Percayalah, bukan aku tak menginginkanmu lagi.
Juga bukanlah inginku melihatmu yang kian menjelma bagai belati.
yaa...belati memori yang sudah kubuang sejauh mungkin kini menghantamku kembali.
Merenggut seisi diri,hingga habis melebur semua rasa ini.
Dahulu, sebelum mengenalmu, aku sangat tak dianggap.
seseorang yang perkataanya tak pernah di dengar,
seseorang yang perasaannya tak pernah dipedulikan.
Maka jangan tanya mengapa kini aku menjadi sangat berapi.
Aku sangat tak menyukai kau mengabaikanku,
yang membuat memoriku berperang melawan trauma dimasa lalu.
Terimakasih atas kosong yang kau penuhi,
tangis yang kau sudahi.
Namun sayangnya,
aku melupakan, bahwa kau pun bukan tak
mungkin memilih tuk tak saling mengikat lagi.
Kini tersisa aku yang harus berdamai dengan diri sendiri.
Maaf jika tanpa sengaja aku melukai,
Maafkan aku bila merasa paling terlukai,
Maafkan aku terlalu berharap kau tak pergi.
Aku tak tahu badai apa yang sedang menerjangmu disana,
aku tak tahu sedalam apa luka yang kini menyayatmu disana,
aku tak tahu sebanyak apa air mata yang kau tahan.
Mungkin semua yang kau lalui lebih berat dariku,
mungkin jalan yang kau tempuh lebih gelap dariku.
Namun jangan pernah tanyakan.
Sekuat apa aku saat ini berdiri,
semampu apa aku melalui.
Karna butuh ratusan kali aku menguatkan langkah ini
Sebelum akhirnya aku berusaha keras melapangkan hati tuk pulih.
Shah Alam - Malaysia
02/11/2022
By. JP94
