Advertisement here

MERENDAHKAN, MENINDAS DAN MENDISKRIMINASI PEREMPUAN ATAS NAMA AGAMA ADALAH KEBIADABAN.

MERENDAHKAN, MENINDAS DAN MENDISKRIMINASI PEREMPUAN ATAS NAMA AGAMA ADALAH KEBIADABAN.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


 
JHONY_PALAGUNA;_Agama sering kali dijadikan tameng dan alasan  untuk melemahkan, merendahkan, menindas dan mendiskriminasi perempuan dan ini kemudian menjadi kuat dengan dalil hadis2 misoginis ( kebencian terhadap perempuan ) tidak peduli hadis2 tsb dhaif, bertentangan dengan Al Qur'an dan bertentangan dengan fakta sejarah, hadis2 tsb tetap dipaksakan menjadi dalil yang kuat.

Ditambah lagi paham agama yang patriarkis, budaya patriarki adalah sistem sosial dimana laki2 sebagai makhluk yang mendominasi perempuan.

Dan ini seperti apa yg dikatakan Nasr Hamid Abu Zayd didalam bukunya Dekonstruksi Gender : Kritik wacana perempuan dalam islam. Nasr Hamid Abu Zayd mengatakan :

" Bahwa agama sering kali dipergunakan sebagai perangkat ideologis untuk menegakkan dominasi laki2 dimana teks2 keagamaan dan maknanya diproduksi secara sosial yang bukan hanya menakut-nakuti perempuan, tetapi juga meminggirkan perempuan.

Padahal islam mengajarkan bahwa laki2 dan perempuan mempunyai derajat yang sama.

Oleh karena itu, pandangan2 yg banyak menyudutkan kaum perempuan sudah selayaknya diubah, karena Al Qur'an selalu menyerukan keadilan, keamanan dan ketentraman, mengutamakan kebaikan dan mencegah kejahatan. Dilain sisi merebaknya hadis2 misoginis. "

Dan akhirnya perempuan dipenjara, tangan dan kakinya diborgol, mulutnya dilakban dan semua itu oleh hukum agama yang dibuat oleh pemuka agama laki2 menurut versi mereka sendiri, yang sebenarnya sama sekali tidak pernah ada diperintahkan Tuhan yang seperti itu.

" Persoalan terkait ketidaksetaraan gender bukan persoalan agama.

Melainkan budaya dan penafsiran agama yang kurang tepat.

Sehingga perempuan menjadi korban. Berhentilah melakukan penzaliman atas nama agama. "

Merendahkan, menindas dan mendiskriminasi perempuan atas nama agama adalah kebiadaban.

Penzaliman terhadap perempuan atas nama agama tidak akan pernah berhenti, karena didukung oleh dalil2 yg meskipun sangat tidak benar tetapi dipaksakan menjadi benar.

Kita ambil contoh terbaru dinegara Iran dan Afghanistan. 

Dinegara Iran yg hampir semuanya bermazhab syiah, sejak revolusi Iran tahun 1979 maka diwajibkanlah perempuan memakai jilbab dengan pakaian yg telah ditentukan modelnya dan yg menentang dan tidak memakai yg demikian maka akan langsung ditangkap dan beberapa hari yg lalu terjadilah peristiwa dimana seorang gadis bernama Mahsa Amini ditangkap karena tidak rapi memakai jilbab, lalu katanya dia disiksa dan meninggal dunia, kemudian merebaklah demo2 memprotes dan salah satu pendemo perempuan yg tidak memakai jilbab bernama Hadis Najafi tewas dengan diberondong 6 peluru. Dan di Iran ada juga demo tandingan yg banyak juga pesertanya dari para wanita yg meminta perempuan yg tidak berjilbab harus ditangkap, berjilbab harus ditegakan.

Dinegara Afghanistan sejak dikuasai Taliban yg bermazhab wahabi  lebih gila lagi dari negara Iran soal aturan agama terhadap perempuan,  banyak perempuan yg langsung dibunuh jika melanggar aturan tsb.

Semua aturan tsb dibuat oleh pemuka agama lelaki dan penguasa, mereka merendahkan, menindas dan mendiskriminasi perempuan atas nama agama dan Tuhan, semua ini adalah kebiadaban atas nama agama.

Wallahua'lam.


 Shah Alam - Malaysia                       30/09/2022 _00:30                                           By. Jp_94

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url