EMOSIKU SESAAT SAMPAI AKU TIDAK MENILAI DENGAN HATI
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
![]() |
| Everything gone be okey Jhony.haram@gmail.com |
Hati berharap, kita menilai seseorang bukan hanya yang diucapkan belaka, seseorang yang meninggalkan tanggung jawabnya, kita bisa telusuri, apa sebab-sebanya ia meninggalkan tanggung jawabnya.
Bukankah asap dari air mendidih tidak sepanas airnya itu sendiri.
Seorang yang sendiri atau belum memperoleh pasangan hidup yang diidam-idamkan, setiap hari menunjukkan kegalauan dan kegetirannya di status dunia mayanya,
itu hanyalah lintasan dari sebuah keadaan gejolak rasa yang belum tertambat, sebagaimana laju perahu di tengah lautan yang harus berjuang melawan desiran bahkan dentuman ombak, sebelum berlabuh.
Seorang yang arif dan bijaksana selalu menilai realita dan persoalan dengan hati,
bukan dengan logika dan hukum positif semata, namun juga dengan rumus-rumus dan ajaran adiluhung kehidupan.
Api yang membara didekap dengan air, agar nyalanya semakin meredup,
sebagaimana setiap kesalahan bukan hanya untuk disudutkan semata, namun juga untuk dijernihkan agar tidak berulang kesalahan yang sama.
Wallahu'alam.
Banting - Malaysia
Senin 18 April 2022
Jhony Palaguna
