Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
01. Pada 22 Juni 1527, Fatahillah menghancurkan armada Portugis di Teluk Jakarta, kemudian mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.
02. Kedatangan Cornelis de Houtman tahun 1596 di Banten, diakhiri permusuhan dengan penguasa-penguasa pribumi Banten.
03. Kedatangan VOC tahun 1602, mendapat perlawanan terus-menerus oleh rakyat pribumi hingga VOC digantikan pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1798.
04. Pada tahun 1609, akibat perlawanan rakyat Maluku, Laksamana Verhoef terbunuh di Lontor.
05. Perlawanan terus menerus oleh penguasa pribumi di Banten dan Jayakarta terhadap JP. Coen tahun 1619-1623.
06. Pengepungan Batavia oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, dengan dua kali exspedisi militer.
07. Perang Makassar, yaitu perlawanan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan tahun 1653-1669, dipimpin oleh Sultan Hasanuddin.
08. Perang Trunojoyo tahun 1674-1680 yang mendapat bantuan pasukan dari Karaeng Galesong, Panglima dan Pangeran dari Makassar.
09. Perang Pasuruan tahun 1704-1706 oleh Untung Surapati, bekas budak dari Bali yang jadi perwira tentara VOC, kemudian berbalik melawan Belanda, dan berhasil mendirikan Kerajaannya sendiri di Pasuruan.
10. Perang Mangkubumi tahun 1747-1755 oleh Sultan Hamengkubuwono I di Yogyakarta.
11. Perang Banten tahun 1750-1753 oleh Sultan Ageng Tirtayasa.
12. Perang Palembang tahun 1811-1828 oleh Sultan Machmud Badaruddin ll.
13. Perang Maluku tahun 1817 oleh Pattimura.
14. Perang Diponegoro tahun 1825-1830 oleh Pangeran Diponegoro, Kyai Mojo dan pemuda Sentot Ali Basya Prawirodirjo, yang berhasil menguras habis kas Hindia Belanda.
15. Perang Paderi tahun 1821-1837 oleh Tuanku Imam Bonjol.
16. Perang Bali tahun 1840-1849.
17. Perang Aceh tahun 1873-1904, perlawanan terlama dan habis-habisan sampai mengorbankan banyak Jenderal dan serdadu Belanda, oleh Teuku Umar, Cut Nyak Dien dan Cik di Tiro.
18. Perang Lombok tahun 1894-1905.
19. Perang Banjarmasin tahun 1854-1864 oleh Pangeran Hidayatullah
20. Perang Jambi tahun 1901-1905.
21. Perang Batak pada awal abad XX oleh Si Singamangaraja, Raja Bakkara.
22. Peristiwa Sukamanah, tahun 1944, pemberontakan di Sukamanah, Singaparna, melawan kekejaman dan keserakahan Jepang oleh Kyai Zainal Mustofa dan murid-murid pesantrennya.
23. Pemberontakan PETA di Blitar, 14 Februari 1945, perlawanan pemuda-pemuda Indonesia tentara PETA terhadap kekejaman Jepang, oleh Supriyadi, Muradi, Suparyono dan Susanto. Pemberontakan ini dapat ditindas
Ada tambahan dari Mas Aji Wirabhumi.
Perang Blambangan tahun 1767-1774 oleh Agung Willis, Rempeg Jogopati dan Srikandi Blambangan, Sayu Wiwit. Perang ini tidak kalah dahsyatnya dengan perang Diponegoro yang juga berhasil menguras kas keuangan Hindia Belanda.
Kalau ada yang kurang lengkap atau terselip mohon ditambahi. Terima kasih.
(Dikutip dari buku Kasus Peledakan BCA 1984)
#IndonesiaCerdas
#IndonesiaGemarMembaca
#IndonesiaYangLebihBaik 🇮🇩
By : Jhony Palaguna
E-mail : Jhony.haram@gmail.com
https://m.youtube.com/c/buildingchannel
