Advertisement here

JASADMU ADALAH BANGKAI YANG TIDAK HIDUP TANPA TIGA LAPISAN INI

 Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh 


JHONY_PALAGUNA:_ Kita bisa mengatakan bahwa agama ada dalam tiga tingkat, karena manusia ada dalam tiga tingkatan.

Manusia ada di dalam "TUBUH, di dalam PIKIRAN, di dalam JIWA".

Agama juga memiliki tubuh, pikiran, dan jiwa.

Jika engkau ada hanya di dalam TUBUH saja,engkau tidak bisa berhubungan dengan agama lain dimana pun, kecuali agama yang terluar.

Para Sufi memiliki tiga nama untuk ketiga tingkat ini, ketiganya harus dipahami.

Yang pertama disebut "SYARE'AT".

Syara'at tubuh dari agama, Ia mungkin hidup atau ia mungkin mati, keduanya adalah kemungkinannya.

Syariat berarti pengetahuan yang ada di luar (ritual), Syariat tidak mempengaruhimu sama sekali, ia memberimu kehormatan tertentu dalam masyarakat, ia lebih bersifat sosial daripada Spiritual, dan ia lebih bersifat politis daripada religius.

ISLAM tanpa MUHAMMAD, dan Hindu tanpa Krishna, dan Buddhisme tanpa Buddha, tidak lain daripada sudut pandang politik yang terselubung. Atas nama agama, politik berlanjut yang kita sebut pengetahuan tentang diri kita sendiri dan orang lain, itu sangat berakar pada tubuh, karenanya kita tidak pernah masuk lebih dalam ke dimensi lain selain tubuh.

Dimensi itu yang disebut syariat, ia adalah dimensi luar dari agama.

Ketika MUHAMMAD berjalan di bumi, atau Buddha, atau Krishna, engkau hanya memerhatikan tubuhnya, engkau memerhatikan perilakunya, engkau memerhatikan bagaimana dia duduk, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan, bagaimana dia berbicara, gerak tubuhnya, engkau memerhatikan hal hal ini.

Dan dari semua itu, engkau menciptakan suatu disiplin tertentu dan engkau mulai mengikuti disiplin itu, inilah agama yang mati, inilah agama "JASAD".

Pada titik inilah Agama Islam berada, Hinduisme berada, Kristen, Buddhisme, Yudaisme.

Semua "isme" berada pada titik ini.

Kerumunan orang banyak percaya pada syariat, itulah mengapa kerumunan orang banyak selalu tetap tidak religius, kerumunan orang banyak pada dasarnya tidak religius.

Syari'at adalah inti agama yang dangkal tubuhnya..

Waspadalah akan syariat.


Lapisan kedua disebut "HAKIKAT".

Syariat adalah garis keliling dari satu lingkaran HAKIKAT..

Kata 'HAKIKAT' berasal dari 'HAQ'.

"HAQ" berarti KEBENARAN, kebenaran murni hakikat.

Itulah mengapa Mansur al hallaj menyatakan, "Ana al haq, Akulah kebenaran..

HAKIKAT berarti kebenaran murni, tidak terkontaminasi oleh apapun, hakikat pusat dari lingkaran, jiwa dari agama itu sendiri.

Inilah titik kedua, inti terdalam.

Bergegaslah selalu menuju PUSAT nya, jangan menjadi terlalu terikat pada JASAD nya.

Ciptakanlah kesadaran yang berkelanjutan ini dari melihat ke kedalaman, dari melihat ke pusat dari lingkaran.

Keliling lingkarannya besar, pusatnya sangat kecil.

Islam adalah kerumunan yang sangat besar, begitu juga Hindu, begitu juga Kristen.

Para Sufi, bisa engkau hitung dengan jari-jarimu para Yogi, bisa engkau hitung dengan jari jarimu.

Mereka tidak ada seperti kerumunan orang banyak, engkau harus mencari mereka.

Dan jika engkau memiliki keinginan nyata untuk menemukan mereka, hanya engkaulah yang akan menemukan mereka, jika tidak engkau akan melewatkan.


Dimensi atau tingkat ketiga disebut "TAREKAT".

TAREKAT berarti jalan, metode dari luar ke dalam.

Yang terluar adalah garis keliling, yang di dalam adalah pusatnya, dan tarekat adalah jari-jari yang melanjutkan dari keliling ke pusatnya jalur awal yang menuntun dari pengamatan luar ke keyakinan batin, dari keyakinan ke penglihatan, dari potensi ke tindakan, dari mimpi ke kenyataan.

"TAREKAT" adalah metode, teknik, jalan, cara, adalah keseluruhan ilmu dari agama.

Garis kelilingnya ada di sana, pusatnya ada di sana, tetapi orang harus bergerak dari garis keliling, karena kita ada di sana dan kita harus menggunakan jari-jari lingkaran tertentu.

Hanya jari jari lingkaranlah yang bisa menggabungkan garis keliling ke pusatnya.

Memiliki TAREKAT yang paling berpotensi bisa mengubahmu, ia bisa mengubahmu sepenuhnya..

Mereka tidak peduli dengan ilmu ketuhanan sama sekali, mereka hanya peduli dengan metode, mereka tidak khawatir apakah Tuhan itu ada atau tidak, mereka berkata, "Jangan berbicara omong kosong !, Di sini ada jalannya Pergilah melaluinya dan lihatlah sendiri.

Inilah cara untuk mengembangkan matamu dan kemudian lihatlah apakah Tuhan itu ada atau tidak.

Ingatlah ketiga tingkatan ini.

Semua orang ada di tingkat SYARE'AT dan di tingkat Syariat engkau akan tetap sengsara, karena engkau ada hanya bersama dengan JASAD.

Semua orang perlu bergerak menuju "HAKIKAT" hanya di Hakikat engkau bisa terpenuhi.

Dan untuk mencapai "HAKIKAT" engkau harus mengikuti TAREKAT, engkau harus mengikuti metode, disiplin seorang guru.

Karena "Syareat tanpa Hakikat hampa, dan Hakikat tanpa Syareat Batal"

Semoga ini jadi pelajaran yang berharga buat kita semua.

Segala salah kata dan kurang penjelasannya mohon di maafkan.

Wassalamua'alaikum warohmatullahi wabarokatuh 

Salam dari anak bagian timur Indonesia 

By : Jhony Palaguna 

https://m.youtube.com/c/buildingchannel 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url